Wednesday, December 24, 2008


DEWI Feb 2008



Q: What’s your activity now?
A: Holidays and studying

Q: What major are you taking in University of New South Wales (UNSW)?
A: International business

Q: Why do you choose that?
A: Why not? It’s a wide and general field. Because I don’t know specifically yet what kind of profession I will take.

Q: Don’t you want to play a movie again?
A: I enjoy acting, but I feel I’m not talented at it. For me a movie player is not for long-term profession.

Q: What’s the last movie you watched?
A: I haven’t been watching movies for a while. But the last movie I enjoy is Control, an English movie about Joy Division band.

Q: What book are you reading now?
A: A Happy Death by Albert Camus

Q: Do you enjoy your study?
A: Yes I do. As long as I know what my professors want, what they expect from me. And keep finding out about this.

Q: What major did you take in Sorbonne?
A: English major. Not only learning about the literature, but also about the civilization and the history of British colonies.

Q: What’s the difference between Sydney and Paris?
A: When in Paris, I miss Sydney. Sydney is a relaxing city especially with its Bondi beach. Paris is more hectic and stressful, it can be seen on the people’s faces, the crowd, and how they shout at each other.

Q: What makes you missing Paris?
A: The times when I walk there. No matter how long you live in Paris, you can be lost then you found the new streets. I also like its beautiful buildings and how the seasons change.

Q: Then how do you feel about Jakarta?
A: Jakarta is my home, a place where I grew up. My family also lives in Jakarta.

Q: What do you do when you’re in Sydney and missing Jakarta?
A: Make a call on mom and dad, and trying to enjoy Sydney whenever I can.

Q: While you’re not studying, what do you do around Sydney?
A: Go to art galleries, and good festivals and concerts.

Q: What kind of music do you like?
A: Various. One of the bands I like now is Arcade Fire from Canada. They had concerts in Sydney twice while I’m in Jakarta at the moment. Uh, so sad I couldn’t watch it.

Q: When you’re having night out with your friends, how do you put make up?
A: I put lip balm, mascara and blush-on.

Q: Why do you cut your hair that short?
A: Because I’d been long wanted it that way.

Q: Do you feel pretty?
A: What I think when I see myself in the mirror, oh that’s me. Not feel bad, not feel pretty. Just feel looking at myself.

Q: Do you feel comfortable with yourself?
A: Life has its ups and downs. When I’m down, I call my friends or close relatives, because they know me the best, they know how to comfort me the best, telling when we make mistakes sweetly.

Q: What’s the meaning of beauty to you?
A: I don’t know anything else meaning but cliché, like beauty comes from inside. But I don’t know why, that opinion is true.

Q: Do you diet to look pretty?
A: Actually I don’t. But sometimes I eat too much junk food and feel that I have to cut it.

Q: Do you like cooking?
A: Well, there it goes. Because I can’t cook, I eat junk food and enjoy it…hahaha…

Q: Your favorite junk food?
A: Burger and french-fries, pizza, chips.

Q: Where can we buy delicious burger in Sydney?
A: It’s near my place. I don’t know whether it’s the most delicious or not, though. The waiter has known that I must have burger and chips.
***

CREDIT To Asia Finest Forum

posted at 5:43 PM
{ 2 comments }



SOAP Magazine Feb 2008

“I do as much as I can to do something better later.”

“Maaf ya aku terlambat…” Ucapan maaf yang terlontar santun dari bibir kecilnya menjawab penantian kami. Kalimat pembuka tersebut membuat aura di Sabtu sore itu menjadi semakin hangat. Setelah itu, sepatah-dua patah kata tidak lupa kami hantarkan untuk memecah kekakuan dan membuat suasana bersahabat untuknya. Karena kesibukan kami yang tengah mempersiapkan setting untuk sesi pemotretan nanti, ia pun kami persilahkan menunggu di dalam rumah.

Tidak lama berselang, ia membuka pintu dan kami bertanya, “Mau kemana…?”

“Aku mau beli makanan kecil, di tempat itu…”

“Ooh, biarin kita aja yang beli. Kamu mau makanan kecil apa?” tanggap kami.

Ia yang merasa tidak enak karena takut merepotkan kami, membalas dengan sopan, “Nggak usah, aku aja, nggak apa-apa kok…”

Sebagai tuan rumah yang baik, kami tetap menawarkan diri untuk membelikan makanan kecil yang ia maksud dan akhirnya ia menerima tawaran kami.

Sosok cantik yang diselimuti sikap santun membuat kami kagum padanya. Dan karena itu pulalah SOAP kembali memutuskan untuk kembali menuliskan cerita tentang dirinya di lembaran-lembaran majalah kami.

Di balik kecantikannya, ternyata ia adalah seorang pemalu. Sifatnya itu pun terasa ke dalam diri kami karena setiap pertanyaan kami dijawabnya dengan bisikan dan senyuman. “I was like pemalu gitu, sama orang yang baru ya. Kalau udah kenal, ya udah (tidak malu-malu lagi-red),” ungkapnya kepada saya.

Karena sifat pemalunya itu, kekakuan seringkali datang menghampiri ketika ia sedang menjalankan profesinya sebagai model. “Iiih parah banget! Pertama kali itu aku foto untuk Cosmo, aku disuruh ketawa, tapi aku nggak bisa apa-apa. Akhirnya mereka berusaha bikin aku ketawa dan mereka mencuri momen-momen pas aku lagi ketawa. Sampai sekarang aku masih kaku gitu, tapi dulu lebih parah lagi,” jelasnya tentang pengalaman di dunia modelling. Ia lanjut bercerita mengenai kesenangan-kesenangan yang ia rasakan di dunia modeling seperti dapat bertemu dengan orang-orang baru, dapat pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah dialami, dapat pergi ke tempat-tempat aneh dan memakai baju yang tidak akan pernah ia pakai di kehidupan sehari-hari.

Ia lalu menuturkan keluh kesahnya berada dalam dunia modeling dengan suara yang terlontar pelan kepada saya, “Capek….capek banget. It seems like it’s nothing. Pernah aku foto pake rambut palsu and it’s really exhausting. Dan mentalnya juga harus kuat menurut aku. You know like people judge you by your physical appearance.” Keluhannya itu berlanjut pada cerita bahwa dahulu ia pernah dikomentari tidak enak dengan bahasa Jawa pada suatu sesi pemotretan. “Aku udah bilang kalau aku udah gendut. Terus pas datang untuk fitting, aku coba bajunya. Orangnya sok-sokan ngomong pakai bahasa Jawa, kayak aku nggak ngerti aja ‘Iya dia gede banget’. Terus ada beberapa orang yang looking down on me. Iya, aku gendut, aku udah ngomong, I’m still the same person, mau diapain lagi, emang kayak gini (tertawa).”

Sambil menyantap Ring-O, ia memaparkan tentang bagaimana penampilannya sehari-hari yang saya dengar sedikit cuek, “I think I’m fine. Ya of course I’m self conscious yang pengen dandan. But I don’t know what to wear cause I have no sense of style. Kayak mesti tanya temanku sekali-sekali, ‘Pake apa?’ karena nggak tahu mesti pake apa. Kalau mesti ke acara mesti rapi atau apa, aku yang mulai bingung gitu…aaaaargh. Kalau sehari-hari sih kayaknya biasa-biasa aja. Asal nyaman aja sih dan nggak terlalu jelek (tertawa).”

Setelah mendengar akhir kalimatnya, saya pun membalas, “Aaah nggak kok, nggak bakal kelihatan jelek.” Saat itu di pandangan saya, ia terlihat cantik dengan balutan floral dress yang simple.

Mengenai negara-negara yang pernah ditinggalinya, ia berbagi cerita kepada saya, “Beda-beda sih ya. Kalau Africa, I don’t really remember. Kalau Perancis, berkesan karena pertama kali tinggal sendirian. It was like, ‘Oh my God, I wanna go home’. Cuma nggak boleh sama orang tua. Kalau Indonesia buat aku adalah home, soalnya aku gede di sini, orang tua di sini, rumah di sini.” Ketika ia berada di Indonesia, ia juga melakukan serta merasakan sensasi perjalanan mudik untuk mengunjungi kerabat keluarga dan Semarang adalah kota tujuannya. Ada hal lain yang membuat ia senang melakukan perjalanan mudik, salah satunya adalah karena sajian nasi ayam khas Semarang yang selalu ia santap kala ia mengunjungi kota itu. “Aku makan 3 kali sehari,” katanya.

Saat ini, ia sedang merantau ke negeri kangguru untuk menggapai ilmu setingi-tingginya. Keputusannya untuk terus mencari ilmu adalah suatu keputusan yang baik dan ia pun memberikan alasannya kepada saya, “I do as much as I can to do something better later.” Dalam menjalani masa studinya, ternyata ia juga sempat gagal dalam satu mata kuliah, yaitu Accounting. “Oh my God, what the hell is happening?!” Sekelumit kekagetan ia cetuskan seraya menuangkan abu rokok yang berceceran ke dalam sebuah asbak. (Zega Rizaldi-SOAP Feb 2008)

posted at 5:42 PM
{ 1 comments }

Tuesday, July 29, 2008


Majalah Tamasya

This is an old article from Majalah Tamasya with Mariana Renata.

Ketika 2 Kecantikan Bertemu Muka

Ini cerita tentang seorang perempuan cantik yang menghabiskan liburan di salah satu pantai paling unik di Nusantara. Perpaduan sempurna. Dua keindahan bertemu muka. Pulau Bangka jadi pilihan Mariana Renata untuk menghabiskan liburannya. Sebuah perayaan akan kebebasan, sebelum meninggalkan Indonesia untuk menuntut ilmu di Negeri Kangguru.

Di saat manusia-manusia Jakarta mulai keluar dari peraduan untuk memulai aktifitasnya di hari kerja terakhir minggu itu, Mariana Renata punya rencana lain untuk mengisi harinya. Setelah menghabiskan sarapan, Mariana pun bergegas menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pulau Bangka, dengan segala keunikan dan keindahannya, jadi destinasi yang ditujunya. Yup, feel, free to get jealous. She's starting her weekend early.

Penerbangan ke Pangkal Pinang, di propinsi Bangka Belitung, hanya 50 menit. Mariana, yang akrab dipanggil Mar, memutuskan untuk menikmatinya dalam lelap.

Pilihan liburannya kali ini memang berbeda. Jiwa petualang dan rasa penasaran membawanya ke pulau penghasil timah ini. “Bangka Belitung itu isinya bukan timah doang lho, Mar! Pantainya keren banget," promosi seru seorang teman kepada Mariana menjadi pemicu rasa penasarannya. Ia memang seorang pecinta pantai dan juga penggemar travelling yang selalu penasaran terhadap tempat-tempat yang belum pernah didatanginya. Dan sekarang, ia hendak membuktikan bahwa Pulau Bangka memang seindah yang dikatakan temannya.

Let The Good Times Roll

Sosok Mariana yang tiba-tiba muncul di Bandara Deputi Amir, Pangkal Pinang memang pemandangan yang sangat langka. Sambil menenteng tasnya sendiri, Mariana melewati puluhan pasang mata yang memperhatikannya takjub. Mungkin sudah jadi hal biasa baginya. Ia pun melenggang dengan tenang menuju mobil yang sudah menunggu untuk membawanya langsung ke Parai Beach Resort, tempatnya menginap hingga liburan berakhir.

Perjalanan dari Pangkal Pinang menuju Parai Beach Resort di Sungailiat yang hanya bertempo sekitar 30 menit, dipergunakan perempuan kelahiran Paris, 31 Desember 1983 ini untuk memperhatikan keadaan sekitar. Kantuk yang sudah sedikit terbayar, kini tergantikan oleh rasa lapar. "Masih jauh ya, Pak'?" tanya Mar berulang kali kepada sang pengemudi.

Tak lama, gerbang masuk ke Parai Beach Resort menyapa si cantik yang pernah mengenyam bangku kuliah di Universitas Sorbonne, Perancis ini. Sebuah kamar Pool Villa yang spacious dan nyaman sudah menunggunya. Sesaat setelah merapikan bawaannya, Mar melangkah ke luar dan matanya berbinar melihat pantai biru dengan pasir putih yang mengintip dari balik bangunan hotel. "Aduh, pingin cepet-cepet berenang. But, first thing first. I have to eat!" ujarnya.

The Secluded Teluk Limau

Setelah makan siang, Mar yang baru saja merampungkan film terbarunya, yang kabarnya sebentar lagi akan segera ditayangkan, kembali bersemangat. Mar sudah memiliki daftar ke mana saja ia ingin pergi untuk menikmati uniknya Pulau Bangka. Dari serentetan nama pantai yang ada di daftar, sebuah pantai bernama Teluk Limau lolos dari risetnya. Pantai yang satu ini memang tidak seterkenal pantai-pantai lainnya. A bit secluded, namun keindahannya tiada tara. Bagi mar, semakin sepi, semakin baik. Ia memang bukan seseorang yang terlalu menyukai keramaian.

Teluk Limau tak seperti yang ada dalam bayangan Mar. "This is even better than what I've imagined!" ujarnya takjub. Hamparan pantai berpasir putih, batu-batu granit raksasa dan air yang biru, membuat Mar kegirangan. Dalam hitungan menit, ia sudah berada di dalam pakaian renangnya. Sekelompok anak kecil yang sedang bermain dengan balon menarik perhatian Mar. Seakan kembali ke serunya masa kanak-kanak, ia pun ikut meniup balon-balon itu. And surprisingly, she's very good at it!

Teluk Limau memang sangat menawan. Batu-batu granit berukuran raksasa menjadi 'taman bermain' Mar hari itu. Puas memanjat dan menikmati hembusan angin dari atas batu, Mar sibuk mengabadikan pemandangan indah yang terhampar di hadapannya. Siapa sangka, model cantik ini juga suka memotret. Ia bolak-balik mengutak-atik digital camera-nya, untuk mendapatkan gambar dengan kualitas terbaik. Dan belasan foto diri pun tersimpan rapih di dalam memori kamera mungilnya.

Pantai memang menjadi tempat favoritnya untuk berlibur. Berjemur di bawah mentari dan berenang adalah kesukaannya saat berada di pantai. Atmosfir pantai yang mengalun santai, selalu membuat Mar lupa akan segala kesibukannya. "Indonesia itu cantik. I've been to a lot of beaches, but I always like Indonesia's the best. There's just something about the beaches here," ungkapnya sambil menikmati lembutnya pasir. Dan dari kejauhan, daun-daun pohon kelapa bergemerisik manja. There's absolutely nothing like this...

Sunshine After The Rain

Good morning, Parai! Hujan menyambut hari kedua Mar di Pulau Bangka. Kekecewaan pun segera tergurat di wajahnya. Harapan untuk menghabiskan hari di bawah mentari perlahan luntur. Mar memutuskan untuk sarapan dan terus berdoa supaya cuaca segera membaik. Ah, mendung menggelayuti wajah Mar...

"Sarapan aja dulu deh. Maybe the weather will be better in a couple of hours," harap Mar sambil mulai menyendok nasinya. As a model, Mar memang termasuk seseorang yang cukup fleksibel soal makanan. Ia hanya tidak menyukai makanan yang pedas. Namun selain itu, tidak ada keharusan untuk berdiet atau berolahraga rutin untuk menjaga bentuk tubuhnya. Segelas susu menjadi teman di santap paginya, namun itupun bukan suatu keharusan.

Beberapa saat setelah itu, awan kelabu perlahan berarak meninggalkan langit Parai. Tuhan sepertinya mendengar doa Mar. Welcome sunshine! Dan Mariana pun kembali tersenyum...

Exploring Sungailiat

Bangka memang penuh dengan pantai-pantai cantik. Keputusan Mar untuk memilih Parai Beach Resort sebagai tempat untuk menghabiskan liburannya memang tepat. Di Sungailiat, salah satu kecamatan di Kabupaten Bangka, pantai satu dan lainnya dapat ditempuh dalam hitungan menit, bila menggunakan mobil.

First one on the list is Pantai Parai. Parai Beach Hotel memiliki beberapa sudut pantai yang cantik. Sebuah pantai yang masih berada di area hotel, menawarkan ketenangan yang hampir serupa dengan Teluk Limau. Batu-batu granit yang seolah-olah `disebar' oleh tangan-tangan raksasa, pasir putih yang lembut dan air yang jernih, seakan mengundang siapapun untuk bermain lama-lama dan enggan untuk pulang.

Puas bermain di Parai, Mar memutuskan untuk berkunjung ke pantai lain yang juga terdapat di dalam daftarnya. Bapak supir yang setia menunggu Mar, kemudian mengusulkan untuk mengunjungi Teluk Uber, yang juga merupakan salah satu pantai favorit di Pulau Bangka. "Let's go then!" ujarnya bersemangat.

Teluk Uber tidak setenang dan sesepi pantai-pantai yang Mar kunjungi sebelumnya, namun untuk berenang, pantai ini adalah pilihan yang tepat. Airnya biru, membuat Mar tak tahan untuk segera menceburkan diri ke dalamnya. Dan tak lama kemudian, ia sudah berada di dalam air dan menikmati hangatnya laut yang biru kehijauan.

Sebuah kejadian lucu sempat terjadi saat Mar yang kedinginan terburu-buru masuk ke mobil dengan badan basah kuyup berselimutkan handuk. Entah karena lupa atau saking terburu-burunya, si cantik ini sampai ketinggalan sandalnya. Saat pak supir turun dan mengambilkan sandalnya, tawa Mar meledak. Lucu, dalam kecuekan dan diamnya, seorang Mar bisa juga melakukan sesuatu yang begitu konyol, hingga larut dalam tawa berkepanjangan.

Puas mengeksplorasi Sungailiat, jelas terlihat keletihan di wajah Mar. Terpaksa, pantai-pantai lain harus menunggu untuk mendapat kunjungan Mar. Dan hari keduanya di Pulau Bangka pun diakhiri dengan makan malam di The Rock Island. Sebuah jembatan yang dipagari lampu-lampu cantik sengaja dibangun untuk menghubungkan pulau kecil ini dengan Parai Beach Resort. Dan Mar kembali sibuk berfoto bersama jembatan cantik ini. Selanjutnya; sebuah kamar yang nyaman sudah menunggu si cantik ini untuk beristirahat.

A Super Fun Ending


Di hari terakhir, alam bersahabat dengan Mar. Dari saat ia membuka mata, matahari bersinar terang dan langit biru membuat pagi menjadi lebih indah. A wonderful day indeed! Secepat kilat ia berganti pakaian dan segera berlari ke pantai. Akhirnya, ia bisa sunbathing dan berenang dengan puas di Pantai Parai.

"Aku mau parasailing! The sky is so clear and the wind is perfect. I have to do it," ujarnya dengan semangat menggebu. Dengan life vest di dada dan sarung tangan beda warna, Mar pun mendapatkan penjelasan dari instruktur yang bertugas. Merasa konyol dengan penampilannya, ia terlihat menahan tawa dan tersenyum-senyum geli sendiri. Namun saat akhirnya tiba waktu untuk Mar 'terbang' di langit Parai, ia terlihat amat sangat menikmatinya.

Parasailing yang seru menjadi penutup liburan Mar di Pulau Bangka. Ah, liburan ini akhirnya harus berakhir juga. Sempat ingin extend beberapa hari. Namun Mar harus puas dengan kenangan baru akan Bangka. Bangka yang unik dan eksotis karena batu-batu granit raksasa dan keindahan pantai nya. Bangka yang bukan hanya penghasil timah, namun juga sebuah potensi pariwisata yang masih menggeliat minta perhatian. Bangka yang mempersilahkan Mar mencicipi 'rasa' pantai yang berbeda dan mengisi memory camera digital-nya dengan foto-foto seru ber-background cantik menawan.

Dua kecantikan telah bertemu muka. Mariana Renata kini telah menambah satu lagi nama daerah di Nusantara yang pernah dijelajahinya. Dan ia akan terus teringat pada Bangka dan keunikan alam yang menjadi ciri khasnya. Say cheese, Mar!

Sumber: Majalah Tamasya

posted at 8:34 PM
{ 3 comments }

Saturday, July 26, 2008


Biyan Bride Store


Sorry for the bad image quality.

posted at 8:48 PM
{ 3 comments }

Monday, July 21, 2008


Pics by Arseto Adiputra






Directed and Photographed by Arseto Adiputra
Illustrated by Muqliza Imroni
Stylist and makeup by Thornandes James
Supported by Biasa, Bali
Special Thanks to Le Meredien, Bali

posted at 9:17 PM
{ 2 comments }

Sunday, July 20, 2008


Senayan City The New Idolism



The New Idolism Photo Exhibition.

posted at 4:30 PM
{ 1 comments }

Saturday, July 19, 2008


Spice! July 2008




Thanks to Emma.

posted at 9:56 AM
{ 2 comments }

Google
MARIANA RENATA DANTEC
Dad : Andre (French)
Mom : Anita (Chinese-Javanese-Italian)
Nick: Mar, Nana
Birth : Paris, December 31th 1983
Height/Weight: 175cm/51kg
Hobbies and Interests : Bali, reading, travelling, music, doggy, eat/drink, movies, daydreamin, sleep, hangin out, tv series, artworks, loafing around, concerts, festivals
Schools : currently UNSW Sydney (International Business), Sorbonne University of France 4 (English Culture & Literature), LIF

Favourite Music: the pixies, nirvana, lamb, peaches, fiona apple, the cure, bright eyes, yeah yeah yeahs, jimi hendrix, ben harper, bob marley, soundtracks, portishead, radiohead
Favourite TV Show: the oc, scrubs, that 70s show, sex and the city, friends, 6 feet under, punk'd
Favourite Movie: empire records, city of god, fight club, garden state, the royal tenenbaums, great expectations, y tu mama tambien, american history x, stealing beauty, the chumscrubber, thumbsucker, gia, the gods must be crazy, angels in america, happy endings, bad education, the united states of leland, eternal sunshine, grease, north country, crash, the pianist

*She loves music
*She loves watching TV
*She loves travelling
*She loves her pins & postcards
*She loves Bohemian Style

STARRED IN
Movie:
Match Maker (2006)
JANJI JONI - as ANGELIQUE (2005)

Cameo:
Dunia Tanpa Koma - as herself (2006)

Commercials:
Lux versi Beauty Gives You Superpowers
Lux versi with Dian Sastro
Lux versi Renaissance ama Nicholas (2005)
Lux versi 4 Angels with Tamara Bleszynski, Febi Febiola, Dian Sastro (2005)
Lux versi Janji Joni (2005)
Lux (2004)
Ponds
Sunsilk Ginseng (2002)

Videoclips:
Cinta Yang Lain - Chrisye Feat. Ungu (2006)
Menunggumu - Chrisye feat Peterpan (2005)
She's Out of My Life(Asian version) - Josh Groban (2004)
Setia - Chrisye (199X)
Dua Sedjoli - Dewa (199X)

CONTRIBUTIONS
Kalau ada yg mau contibute any news/media(pictures,video,etc) bisa kirim ke marianarenatablogspot@gmail.com . Thanks.

DISCLAIMER
Mariana-renata.blogspot.com will try as best as possible not to publish any materials that would intrude Mariana's privacy.

Mariana-renata.blogspot.com is run by the fans for the fans. The material on this page was pieced together with help of various sites and sources. We do not claim ownership of the content and or other material written by others. The Images found on this page, or site, are not owned by us in anyway. Nor do we claim we do. The only Pictures we do take the ownership of , are those in which I have stated such. If you feel we have displayed copyright infirngement and or have done an act of illegal conduct , please Contact us and the item (s) will be removed as wished by the rightful owner.

CREDITS
Thanks to MRFC/web for the articles/news about Mariana

LINKS
Mariana Renata's Fansite
Mariana Renata's Unofficial Website
Mariana's Fans Club
Forum Webgaul
Forum Indosiar
Forum MTV Indonesia
Asiafinest Discussion Board
Another Mar's site
Janji Joni Official Website

Mar's Video Collection:
Video Link

Mar's Picture Collection:
Picture Link

ARCHIVES

April 2005
May 2005
June 2005
July 2005
August 2005
October 2005
November 2005
January 2006
February 2006
March 2006
April 2006
May 2006
June 2006
July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
September 2007
November 2007
February 2008
March 2008
April 2008
July 2008
December 2008
CHAT




CONTACT US


My World Visitor Map!